HPPI Soroti Minimnya Fasilitas dan Keamanan Pasar
Ket Foto: Silahturahmi HPPI ke Disperindag Inhil, dorong keamanan dan kenyamanan pasar tradisional.
Tembilahan, RP – Permasalahan Pasar Tradisional di Indragiri Hilir bukan hanya rendahnya pemasukan retribusi ke kas daerah melalui pendapatan asli daerah (PAD), tapi juga penyediaan fasilitas umum di pasar-pasar yang minim dan rentannya keamanan di pasar juga patut menjadi perhatian. Padahal, pasar tradisional adalah jantung ekonomi rakyat.
“Kami siap bekerjasama dengan semua elemen, termasuk Pemerintah Daerah. Hal ini juga jangan hanya bicara retribusi, tapi pedagang dan pembeli di pasar harus merasa aman dan nyaman. Belum lagi masalah kebersihan dan fasilitas umum yang jauh dari memadai,” ungkap Ketua Himpunan Pedagang Pasar Indragiri Hilir (HPPI), Romi Irawan, ST, Rabu (17/9/2025) pagi di Tembilahan.
Akar persoalan pasar, menurut Romi bukan hanya soal pengelolaan retribusi, tetapi juga terkait keamanan dan kenyamanan pedagang maupun pengunjung. Minimnya fasilitas pasar membuat banyak pedagang tidak fokus berjualan dan pembeli enggan datang. Akibatnya, aktivitas transaksi pasar menjadi sepi dan perputaran ekonomi rakyat tidak maksimal.
“Harus ada keseriusan dalam penataan pasar dari semua kalangan. Dengan begitu, masyarakat merasa tenang datang ke pasar, pedagang juga lebih fokus berjualan tanpa rasa cemas. Jika pasar tradisional ingin bersaing dengan pusat perbelanjaan modern, maka aspek keamanan dan kenyamanan tidak bisa ditawar. Mulai dari kebersihan, tempat sampah, toilet, hingga sirkulasi udara dan tempat ibadah yang layak harus dipenuhi.” terang Romi lebih lanjut.
Kemudian agar terjadi sinergi antara pemerintah daerah dan asosiasi pedagang, HPPI akan berperan sebagai wadah berkumpulnya para pedagang menyatakan kesediaannya menjadi jembatan komunikasi dan mediasi antara pedagang dan pemerintah daerah.
“ Melalui HPPI semua sspirasi, keluhan, hingga usulan perbaikan pasar yang datang dari pedagang maupun pengunjung, selalu disampaikan HPPI kepada Pemda agar ada langkah kongkrit,”tegasnya.
Sementara itu, secara terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Inhil, Drs.H.Nursal kepada Riau Pers, mengakui rendahnya angka PAD dari sektor pasar. Ia menyebut, persoalan itu bukan hanya karena lemahnya pungutan, tetapi juga kondisi pasar yang banyak tidak aktif dan terbengkalai. “Intinya, perbaikan pasar ini harus bertahap dan sesuai aturan,” jelas Nursal.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan masukan terkait kondisi pasar di Inhil. “Kami dari pihak Dinas mengucapkan terima kasih karena semua saran, kritik, dan masukan yang sifatnya membangun serta dukungan dari semua pihak akan sangat berguna untuk kemajuan Inhil ke depannya,” ucap Nursal.
Nursal optimistis, dengan langkah terukur, pasar tradisional bisa kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang sehat, aman dan nyaman, sekaligus mendongkrak PAD. (HKR)
